Create Account



Log In Your Account



Dapat Izin OJK, Danamart Siap Layani UKM dan UMKM

By: admin
Nov 30 2018
204

Jakarta - Industri fintech lending di Indonesia semakin diramaikan oleh para pemain baru, salah satunya adalah Danamart. Pada 28 November 2018 Danamart telah resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi.

CEO dan Co-Founder Danamart, Patrick Gunadi, menuturkan Danamart kini siap melayani pinjaman untuk UKM dan UMKM dengan dua produknya yakni pinjaman untuk pembayaran tagihan (invoice financing) dan pembayaran PO (purchase order financing).

“Kami optimis dengan dukungan infrastruktur sistem teknologi yang mumpuni, SDM yang terlatih serta manajemen yang berpengalaman di bidang keuangan, dapat berkontribusi terhadap perkembangan UKM dan UMKM di Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Kamis, 29 November 2018.

Patrick mengatakan saat ini terdapat gap pendanaan pada pelaku UKM yang mencapai Rp800 triliun, memanfaatkan peluang ini Danamart memberikan kesempatan bagi lender untuk menyalurkan dananya dan mendapatkan manfaat bunga penyaluran pinjaman. Agar pendana dan peminjam mendapatkan kenyamanan dalam berinvestasi dan berbisnis, pihaknya bekerja sama dengan asuransi kredit.

“Jadi jika terjadi gagal bayar, asuransi kredit akan menjamin 90% dari total kredit untuk mengembalikan dana ke pendana. Ini amat penting untuk menjamin keamanan dari berbagai sisi, oleh karena itu kami melakukan screening ketat pada scoring,” tegas Patrick.

Danamart menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp100 Miliar pada 2019 untuk para pelaku UKM dan UMKM. UKM dan UMKM dapat mengajukan pinjaman mulai dari Rp100 juta hingga Rp2 miliar. Kerja sama dengan asuransi kredit diyakini membuat Danamart tumbuh dengan optimal dan dapat melayani masyarakat unbanked di Indonesia, sehinggal memiliki impact sosial. Hal ini sesuai dengan visi Danamart pemerataan ekonomi secara digital di seluruh Indonesia.

“UMKM saat ini banyak dihadapkan oleh fenomena susahnya mendapat modal atau pinjaman, belum lagi diperlukan adanya proses yang panjang dan jaminan yang harus dijaminkan untuk mendapatkan pinjaman yang diajukan. Kami berharap dapat membantu UMKM dari segi pembiayaan yang lebih dinamis,” tutupnya. (Ari Nugroho)


comments
leave a comment