Hilirisasi Tak Terbendung, Kini Giliran Rumput Laut Diolah Jadi BBM

Rumput laut. (Foto: wikimedia commons)

Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP), Sakti Wahyu Trenggono, bakal menggenjot produksi rumput laut Indonesia. Bahkan, bukan hanya meningkatkan produksi, Sakti juga akan menggenjot hilirisasi rumput laut. Ia menyatakan, rumput laut memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah untuk biofuel. Ia tertantang untuk membuat biofuel berbahan dasar rumput laut.

“Iya itu saya kira kerja sama dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional). Saya minta ke Dirjen Daya Saing untuk bicara dengan technology partners dari luar untuk membuat itu,” tutur Sakti di acara Economic Update 2023 CNBC Indonesia, Jumat, 14 Juli 2023.

Di samping biofuel, rumput laut juga bisa diolah untuk bahan komestik, sampai makanan kaviar. Oleh karenanya, hilirisasi rumput laut perlu diimplementasikan untuk meningkatkan nilai tambah.

“Indonesia dianugerahi wilayah yang bagus, tetapi belum dimonetize dengan baik. Kalau ini dikembangkan, keuntungannya luar biasa,” tambahnya.

Sakti lebih lanjut mengungkapkan bahwa Indonesia adalah produsen terbesar kedua rumput laut di dunia setelah Tiongkok. Terdapat 2 jenis rumput laut yang paling banyak diproduksi, yakni Cottoni dan Glaceria.

“2 komoditi ini kita sangat besar dan selama ini itu diproduksi masyarakat pesisir kita,” jelas Sakti.

Sayangnya, rumput laut banyak diekspor ke luar negeri dalam bentuk mentah. Para petani rumput laut menilai lebih cepat mendapatkan keuntungan dengan cara demikian. Namun, Sakti memastikan cara seperti itu tak akan lagi berulang di waktu mendatang, karena kebijakan hilirisasi bakal diterapkan untuk produk laut satu ini. Sakti paparkan, jika dihilirisasi, rumput laut Indonesia bisa diolah menjadi beragam produk, seperti pakan ikan, pupuk, bahan baku farmasi, makanan, hingga pengganti plastik.

Pihaknya juga sudah memetakan daerah mana saja yang menjadi sumber pemasok utama rumput laut ke pabrik-pabrik pengolahan, seperti Wakatobi, Maluku Utara, Buleleng, NTB, Kalimantan Utara hingga Rote Ndao.

“Kita ajari mereka cara berbudi daya yang berkualitas,” pungkasnya.

 

Penulis: Steven Widjaja

Recommended For You

About the Author: Ari Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *