Analis Ini Anjurkan Dunia Bikin Lebih Banyak Aliansi Ekonomi

(Foto: Net)

Jakarta – Negara-negara harus membuat lebih banyak aliansi ekonomi ketimbang keamanan dan pertahanan, karena hal itu akan membuat dunia “lebih berbahaya”. Begitulah ungkap Presiden Center for China and Globalization, Henry Wang pada Selasa, seperti dikutip dari CNBC.

Melakukan itu juga sekaligus akan menjauhkan diri secara bertahap dari deglobalisasi, yang bisa menghambat laju perkembangan ekonomi dunia. Amerika Serikat misalnya, bisa mempertimbangkan untuk bergabung atau “kembali bergabung” dengan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP), ujar Wang di konferensi SALT iConnections Singapore.

“AS adalah vibe dari globalisasi, dan selalu menjadi pemimpin pada globalisasi,” kata Wang, dikutip dari CNBC, Rabu, 16 November 2022.

CPTPP sebelumnya dikenal sebagai TPP, yang adalah bagian dari poros strategis dan ekonomi Amerika Serikat untuk Asia. Mantan Presiden AS, Donald Trump, menarik keluar AS dari pakta perdagangan itu pada 2017, setelah menuai kritik dari pihak politik AS yang berhaluan proteksionis.

TPP kemudian berevolusi menjadi CPTPP setelah anggota lainnya dari pakta itu diterpa dengan persoalan tersebut. CPTPP kini menjadi salah satu blok dagang terbesar di dunia, menarik minat negara lainnya seperti Tiongkok untuk ikut bergabung.

AS sendiri tidak menunjukkan adanya keinginan untuk kembali bergabung dengan CPTPP. Sebagai gantinya, AS meluncurkan jaringan hubungan non-perdagangan terpisah untuk Asia Pasifik yang dinamakan the Indo-Pacific Economic Framework.

“Itu adalah sebuah kemalangan melihat AS menarik diri dari Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP), yang menetapkan standar lebih tinggi untuk perdagangan global, termasuk ekonomi digital, liberalisasi perdagangan, serta pemfasilitasan investasi.”

Wang menambahkan, perlu ada lebih banyak aliansi ekonomi dan lebih sedikit aliansi keamanan seperti AUKUS atau Five Eyes and the Quadrilateral Security Dialogue, sebuah aliansi strategis informal.

“Saya berharap AS sekarang telah menetapkan jangka menengah ini, kita bisa pergi menuju aliansi ekonomi global daripada memiliki banyak aliansi keamanan, militer, pertahanan, yang akan membuat kita semakin berada dalam bahaya,” jelas Wang.

Kompetisi Gaya Olimpiade

Aliansi ekonomi dan kompetisi “gaya Olimpiade” yang sehat antara AS dan Tiongkok akan lebih baik ketimbang konfrontasi, Wang menambahkan lagi.

Wang mencatat bagaimana pertemuan Partai Komunis Tiongkok di Beijing memberi sinyal bahwa para pembuat kebijakan pemerintah Tiongkok antusias untuk membuka diri, yang menandakan, Beijing masih memiliki ketertarikan untuk mempromosikan perdagangan dan multilateralisme.

Menurut Wang, para anggota kabinet baru dari wilayah dengan pembangunan lebih maju di Tiongkok seperti Guangdong dan Jiangsu, menyarankan Beijing untuk memiliki perhatian pada pembangunan serta investasi dari perusahaan multinasional lebih besar lagi.

 

Penulis: Steven Widjaja

Sumber: CNBC / Su-Lin Tan

Recommended For You

About the Author: Ari Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *